Atjeh Drukkerij yang hampir terlupakan

Image

 

Nama ini cukup asing bukan? Tapi saya tidak yakin jika bangunan ini juga asing bagi anda yang mungkin kerap kali mengunjungi Mesjid Raya Baiturrahman. Lokasinya tepat di sebelah kiri Mesjid dekat dengan deretan para penjual Sirih dan Ranup. Bangunan ini sudah terlalu tua ditengah hiruk pikuk pasar serta asap kenderaan yang selalu menghiasi. Lalu lalang manusia tak mengindahkannya, seakan ia tak punya arti. Hanya sekedar supermarket dipinggir jalan. Bangunan ini pernah hebat. Pernah diagungkan. Pernah sangat diingat. Lalu kemudian  nyaris hampir dilupakan karena tergerus zaman.

Seorang teman saya yang berkewarganegaraan Belanda sempat kebingungan karena tak seorang pun orang di kota ini yang baru ia kenal tapi tak mengetahui tentang gedung tua ini. Sampai suatu hari  ketika bertemu saya, saya yang menceritakan kepadanya tentang bangunan ini.  Dia kegirangan dan  berkata “Ah, akhirnya saya menemukan orang yang tepat. Sesekali mari kita ketempat itu!”.  Dia juga berkata bahwa, banyak sekali cerita tentang Aceh di perpustakaan perpustakaan Belanda. Saya takjub, ternyata mereka sangat merawat ingatan tentang sejarah Aceh dalam ingatan mereka.

Saya kerap kali mengunjungi tempat ini sendiri. Meskipun tidak ada yang saya beli. Entah lah mengapa saya sering datang ke tempat yang sudah lapuk ini. Bahkan saya sempat diizinkan oleh pegawainya untuk naik ke lantai dua. Mereka sempat nyeletuk “ hati hati dek, diatas ada hantu Juliana”. Bahkan pegawai tersebut tidak berani menemani saya berkeliling di lantai dua. Mungkin ketika bangunan ini sudah dianggap tidak modern lagi dan tergantikan oleh bangunan baru, bisa bercerita kepada anak cucu saya bahwa bangunan yang merupakan percetakan pertama di Indonesia ini secara detail termasuk dengan anggapan para pegawai yang bekerja di supermarket tersebut.

Image

Juliana sendiri merupakan seorang ratu Belanda. Gedung Atjeh Drukkerij  pernah dihias lampu-lampu pada malam hari untuk merayakan pernikahan Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard di tanggal 7 Januari 1937. Saya rasa anggapan para pegawai tentang ratu Juliana tidak benar adanya, buktinya saya tidak diganggu. Mengenai bangunan ini, saya kurang mendapatkan  referensi. Kalaupun ada, kebanyakan dalam bahasa Belanda.

Ketika Jepang menduduki Aceh pada tahun 1942 – 1945, gedung percetakan ini mencetak koran Jepang, Atjeh Sinbun. Semasa perang kemedekaan 1945-1949 gedung milik percetakan Belanda ini dialihkan menjadi Percetakan Negara RI sampai tahun 1960-an, sebelum PNRI membangun gedung baru di sampingnya. Percetakan dengan peralatan yang kuno ini telah mencatat sebuah sejarah yang tidak bisa dipandang sebelah maa karena  disinilah tempat  pencetakan uang negara yang bernama ORI, Oeang Repoeblik Indonesia. Secara tidak langsung, disinilah tempat yang menandakan bahwa negara Indonesia itu resmi ada.

Tsunami memang pernah menyapu hampir seluruh bangunan yang ada di kota Banda Aceh. Namun musibah tersebut tak lantas menghabiskan seluruh situs sejarah peninggalan Belanda. Atjeh Dokree, begitu sebutan yang dikatakan oleh orang Aceh merupakan salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh meski usianya sudah mencapai 100 tahun. Yang lebih menyedihkan lagi, bangunan ini tak banyak dikenal ceritanya oleh masyarakat serta pemuda saat ini.

Semoga saja, setelah ini, bangunan ini akan lebih dirawat dan dijaga. Tidaklah mungkin kita harus mengulang masa lalu untuk menciptakan kisah di masa depan. Biarkanlah bangunan titipan masa Belanda ini tetap bisa bercerita ke generasi kita selanjutnya. Tugas kita saat ini adalah merawatnya. Tidak hanya merawat serta melestarikan bangunan yang bernilai sejarah namun juga merawat tiap cerita sejarah yang terkandung didalamnya agar kelak generasi kedepan bisa menghargai perjuangan bangsanya.

 

Advertisements

10 comments

  1. Tulisan yang bagus sekali, membuat pembaca ingin mengunjungi bangunan tersebut. Dan, informasi yang disampaikan menurut Al juga luarbiasa, tak banyak pemuda/i Aceh yang mengetahuinya. Selamat ya, re. 🙂

  2. Pingback: aneh2saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s